followers

Isnin, 11 Mac 2013

jom mengukis...

lama nye aku tak buat sumthing yg sweet kan...rasa mcm nak buat jer...tapi modal n bahan lak tak da...ada la dok usha2 kat incik youtube tue cara2 nak buat kukis ka...mupin ka...mana nak tahu kalo bley jual kan...aku jual ja la...agagggaga...skrg ne dok pk mana aku nk cari bahan ne...nak set up bisness baru ne...so kengkawan yg berminat nak order nanti aku buka foam untuk order boleh je kan

no more to hupdate...time nak tido...so masa korg baca ne...aku dgn senang lenang nya tgh membukang la kan...agagagga....

akhir kalam layan je mupin kat atas tue...sedap nye...



wanita pertama yg mati syahid

sekarang heboh cerita tentang LAHAT DATU yg pada aku rasa sgt marah dgn penceroboh dan juga org yg sewenang2nya mengatakan pasukan tentera kita yg mcm2...aku bangga dgn tentera  dan polis2 malaysia...mereka bertarung nyawa mempertahankan tanah air hingga ke titisan ddarah mereka yg terakhir...

tapi aku malas nk komen banyak2 b4 belog aku ne kena banned dgn u'olls semua kan...agagagagga...so aku pun nak cerita pasal satu cerita yg pada aku sungguh berani mempertahankan keimanan nya kepada allah swt..
 
Kisah perjuangan Sumayyah sungguh indah dan menawan untuk didengar. Kisahnya memiliki pengaruh sangat kuat untuk generasi muslim sesudahnya. Dia menjalani kehidupannya dengan berbagai ujian dan cobaan; mulai dari ujian terkecil hingga yang besar. Sumayyah merampungkan ujian dalam kehidupannya dengan sebuah titel kesuksesan terbesar, yaitu kesyahidan. Dia terdaftar dalam urutan para syuhada yang akan menerima hadiah surga dari Allah dan hidup di sisi-Nya serta diberi rezeki melimpah.

Diceritakan bahwa ketika Islam mulai muncul ke permukaan, Sumayyah yang juga istri seorang syahid bernama Yasir dan ibu seorang syahid bernama Ammar itu segera menyambutnya, sehingga dia termasuk salah satu wanita beriman pada fase pertama kemunculan Islam. Bahkan dapat dikatakan bahwa Sumayyah adalah wanita pertama yang memberikan perlawanan kepada kaum musyrikin demi membela panji Islam. Ibnul Atsir mengatakan, “Dia adalah orang ketujuh dari tujuh orang yang mula-mula masuk Islam. Dia termasuk orang yang menerima siksaan berat demi Allah SWT.”

Ibnu Mas’ud berkata, “Orang yang mula-mula membela Islam ada tujuh orang; Rasulullah SAW, Abu Bakar, Bilal, Khabbab, Shuhaib, Ammar, dan Sumayyah.”

Di dalam bukunya, Nisaa` min ‘Ashri An-Nubuwwah, Syaikh Ahmad Khalil Jam’ah menegaskan bahwa dalam lintasan sejarah Islam, tidak dikenal seorang wanita yang memiliki kesabaran seperti Sumayyah. “Dia menjadikan kesabaran sebagai sebuah syiarnya,” tulisnya. Ini mengingat, dapat dibayangkan bagaimana keadaan seorang wanita yang sudah tua renta, namun mampu menghadapi siksaan yang begitu berat dari orang-orang kafir. Disebabkan keimanan kepada Allah, dia sanggup menghadapi berbagai kesedihan dan kesulitan.
... Sumayyah tidak seorang diri menghadapi pedihnya siksaan dan getirnya kehidupan. Dia menghadapi siksaan bersama seluruh anggota keluarganya...
Sumayyah tidak seorang diri menghadapi pedihnya siksaan dan getirnya kehidupan. Dia menghadapi siksaan bersama seluruh anggota keluarganya. Lecutan cemeti telah menghancurkan tubuh-tubuh mereka. Akan tetapi, keimanan yang kokoh kepada Allah laksana gunung karang yang tidak terpengaruh gelombang dahsyat ataupun angin yang hebat.

Dikisahkan bahwa Sumayyah diserahkan Abu Hudzaifah bin Al-Mughirah kepada keponakannya, Abu Jahal yang fasik. Meski kondisinya sangat renta dan ringkih, namun Sumayyah mampu menghadapi apa yang orang kuat sekalipun tidak mampu menghadapinya. Abu Jahal yang telah dihinakan oleh Allah mengambilnya dengan tujuan memuaskan rasa dengki di dalam hatinya, sekaligus mencabut akidah Islam yang tertanam di dada Sumayyah.

Menghadapi intimidasi Abu Jahal, Sumayyah memilih diam seribu bahasa dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Abu Jahal mengolok-oloknya dengan berkata, “Engkau tidak beriman kepada Muhammad, melainkan karena engkau merindukan ketampanannya.” Namun Sumayyah tetap tidak mau berbicara. Dia bertahan dari siksaan dengan rasa bangga. Karena dia merasa jauh lebih mulia daripada Abu Jahal dan para pengikutnya. Dia bangga dengan akidah tauhid yang diyakininya. Dengan tauhid, Sumayyah merasa ringan menghadapi siksaan yang pahit, karena dia yakin berada di jalan Allah.
...Menghadapi intimidasi Abu Jahal, Sumayyah memilih diam seribu bahasa dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Abu Jahal mengolok-oloknya...
Mengenai gambaran betapa beratnya siksaan yang dihadapi mereka, Ibnu Katsir menceritakan, dia menukil dari Ibnu Ishaq yang mengisahkan, “Ketika waktu zuhur tiba, Yasir, ayah, dan ibunya (Sumayyah) berangkat bersama Bani Makhzum. Mereka menyiksa keluarga Yasir di sekitar Kota Makkah. Rasulullah berlalu di dekat mereka seraya bersabda, “Bersabarlah wahai keluarga Yasir, dijanjikan surga untuk kalian.”

Lalu Al-Baihaqi, dengan sanadnya, meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulukllah berlalu di dekat Ammar dan keluarganya yang sedang menerima siksaan. Kemudian beliau bersabda kepada mereka, “Bergembiralah wahai keluarga Ammar dan Yasir, sesungguhnya telah dijanjikan surga untuk kalian semua.” (HR. Al-Hakim)

Ketika orang-orang musyrik telah merasa putus asa menghadapi ketabahan dan kesabaran Sumayyah, maka mereka membunuhnya dengan tombak yang dihunjamkan ke arah kemaluannya. Dan Sumayyah pun menjadi syahidah pertama.
... Ketika orang-orang musyrik telah merasa putus asa menghadapi ketabahan dan kesabaran Sumayyah, maka mereka membunuhnya...
Kerasnya intimidasi dan dahsyatnya siksaan kaum kafir Quraisy menyebabkan anak dan suaminya juga terbunuh di jalan Allah. Mereka terbunuh sementara keimanan dan keislaman tetap kokoh bercokol di dalam hati mereka.

Semoga Allah meridhai Sumayyah, anaknya, dan suaminya. Semoga mereka mendapatkan ampunan dari Allah, sebagai yang disabdakan Rasulullah, “Ya Allah, ampunilah keluarga Yasir, dan Engkau telah melakukan itu.” [ganna pryadha/voa-islam.com]

nota kuku kakiku:semoga aku dapat memdidik bakal sumayyah ku dgn didikan agama yg sempurna...salam takziah buat keluarga prajurit2 tanah air yg meninggal ketika mempertahan kan LAHAD DATU dari di ambil oleh pihak yg tidak bertanggung jawab


bakal sumayyah ku...i'allah...

antara pemadan dan pencil


Pencil : I'm Sorry...

Pemadam : Untuk apa?? Awak tak ada buat salah apa-apa..

Pencil : Saya minta maaf sebab awak selalu terluka kerana saya, bilamana saya sedih awak selalu disisi untuk memadamkannya. Tetapi awak tak sedar, setiap kali awak cuba memadam kesedihan saya, awak telah memakan diri awak sendiri, Awak menjadi kecil dan semakin kecil.

Pemadam : Itu benar, Tapi saya sikit pun tak kisah, awak tahu kan, saya diciptakan untuk berbakti, saya dicipta untuk menolong awak andainya awak melakukan kesilapan. Walaupun suatu hari, saya tahu saya akan pergi jua dan kamu akan menggantikan saya dengan yang baru, tetapi jauh dilubuk hati, saya gembira, gembira kerana dapat menolong kamu.. Jadi, janganlah bersedih, saya benci melihat kamu bersedih.

Sebenarnya perbualan di atas mengenai pensil dan pemadam sebenarnya menggambarkan kehidupan kita dengan ibu bapa.. Ibu bapa umpama pemadam dan kita adalah pensil..
Ibu bapa sentiasa disisi kita, andai kita melakukan kesilapan, mereka akan memberi teguran dan jika kita bersedih, mereka akan cuba memadam kesedihan kita..
Tetapi kekadang tanpa kita sedari kita juga ada melukakan hati mereka, mereka menjadi semakin kecil (tua dan uzur) dan pada masa nie kita seharusnya bertindak sebagai pemadam buat ibu bapa kita.
Walau kita ada pengganti baru (iaitu pasangan kita) tetapi ibu bapa usah dilupakan..
Sebabnya ~ ibu bapa benci melihat kita bersedih, sebaliknya mahu kita sentiasa gembira...

Marilah kita berbakti pada ibu bapa kita selagi mereka masih hidup...

nota kuku kakiku: kita juga akan menjadi ibu dan bapa juga....so hormati mereka selagi mereka masih bernyawa...